Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

10 Desember 2009

Lewat Lagu Ku Bahagia milik Sherina; Merubah Ulat Menjadi Kupu-kupu







Lirik lagu:
Ku Bahagia
Kita Bermain-main
Siang-siang hari senin
Tertawa satu sama lain
Semua bahagia...3x
Kita berangan-angan
Merangkai masa depan
Dibawah kerindangan dahan
Semua bahagia...3x
Chorus:
Ma....ta....ha....ri....
Seakan tersenyum
Reff:
Walau makan susah
Walau hidup susah
Walau tuk senyum pun susah....
Rasa syukur ini....karena bersamamu
Juga susah dilupakan....2x
Back to reff:
Oh....ku bahagia
Oh....ku bahagia
***
Hidup dan kehidupan adalah dua kata yang mempunyai makna berbeda. Hidup itu sendiri berarti tidak mati. Masih bisa menghirup udara segar. Masih bisa mencium bebauan yang wangi semerbak. Dan tidak suka mencium bebauan yang busuk. Sedangkan Kehidupan merupakan sebuah karunia dari tuhan yang tiada taranya. Didalamnya antara saya dan kamu saling berinteraksi. Antara dia dan mereka saling berkumpul dan bersenda gurau. Sungguh sulit mendefinisikan makna kehidupan. Kalau terus dipikirkan cuma menghabiskan sisa umur dalam kebingungan. Ia tidak bisa ditebak-tebak seperti halnya soal a,b,c-an untuk anak SD. Ia juga tidak bermuara pada suatu tempat. 
Namun yang pastinya, kita bisa merasakannya dalam dunia ini. Yaitu dengan mensyukuri atas nikmatnya hidup sampai saat ini. Kehidupan bukanlah suatu musibah, tapi sebuah jalan untuk menemukan jati diri. Sebuah masa untuk menggapai masa depan yang di idamkan. Sebuah wacana umum untuk dijadikan alasan oleh para petualang, pejuang, dan pengelana. Walau dalam menjejakinya penuh dengan aral serta rintangan yang menghadang. Justru batu terjal itu menjadikan mereka semakin tegar sekeras batu karang di lautan.Walau dihantam ombak terus-menerus sampai terkikis habis, Ia masih punya harapan untuk terus berdiri tegar walau kaku menghadapi terjangan gelombang-gelombang pasang yang mengganas. Begitu juga, dengan kisah perjalanan hidup seorang bocah ingusan yang tiap harinya harus mengayuh sepeda tuanya menuju tempat kunci untuk menggapai masa depan yang cerah. Bisa dibilang sukses. Ya, dialah seorang yang bernama "lintang", yang mempunyai rumah sangat jauh jaraknya dengan tempat belajarnya. Kita bayangkan saja jarak antara rumah dengan sekolahannya sekitar 10 Km. Sebuah prestasi tinggi dan mulia bagi yang dapat merasakannya. 
Namun takdir berkata lain, Ia harus putus sekolah ketika masih duduk di kelas lima. Karena ayahnya yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga meninggal (hilang) di lautan lepas. Ia sendiri karena sebagai anak tertua dari ketiga adiknya, harus rela mengorbankan masa-masa belajarnya di ganti dengan kerja keras dan banting tulang demi menghidupi ketiga adiknya. Akan tetapi, walau ia secara fisik tidak bisa sekolah seperti teman-teman sebayanya, Ia masih mempunyai mimpi-mimpi dan semangat  untuk terus berjuang dalam menggapai semua impian-impiannya. Ia juga telah sukses menanamkan nilai perjuangan kepada seorang Andrea Hirata yang berasal dari daerah terpencil Belitong namanya, hingga ia berhasil menyandang predikat "Cumlaude" dari Universitas Sorbone, Perancis. Selain itu, Ia juga merupakan seorang penulis ulung. Lihat saja karya Tetralogi Laskar Pelanginya laris manis terjual diseluruh belantara indonesia bahkan sampai ke negara tetangga. Bahkan juga telah sukses di filmkan dan mendapatkan penghargaan piala FFI dibawah sutradara profesional Riri Reza dan diproduseri oleh Mbak Mira Lesmana. 
Begitulah kiranya isi yang dikandung dari lirik lagu Ku Bahagia milik Sherina. Seperti halnya puasanya ulat ketika ingin menjadi kupu-kupu yang elok jika di pandang mata. Yang di sebut proses metamorfosis dalam ilmu zoologi. Yang perlu diketahui bagi kita semua adalah hikmah berubahnya seekor ulat menjadi seekor kupu-kupu yang memiliki dua sayap cantik nan elok dan disukai oleh hampir semua manusia ini, membutuhkan waktu dan perjuangan yang sangat lama untuk merubah wujudnya. Ia harus berpuasa bulan-bulanan tanpa pernah merasa ngeluh sedikitpun. Inilah sebuah filosofi hidup yang harus dimiliki oleh kita semua.**

Dok. Sang pengelana

22 November 2009

Ujian didepan mata: Haruskah Dispensasi Pembayaran menjadi momok santri TMI? Kalau terjadi di santri kelas akhir "Apa Kata Dunia?!"

Ada-ada saja perbuatan yang dilakukan oleh santri TMI. Setiap menjelang waktu ujian pasti banyak yang sibuk dengan meminta dispensasi untuk tidak melunasi pembayaran sesuai perjanjian. Lihat saja ujian kenaikan kelas kemarin, ada seorang santri yang memang notabenenya adalah anak orang diatas rata-rata dalam masalah finansial. Eh, ternyata sama sekali belum membayar iuran wajib pondok selama satu tahun. Menurut teman-temannya dan laporan dari orang tuanya ke pondok ia selalu dikirimin uang sebanyak Rp. 500.000,- sampai Rp. 1.000.000,- an tiap bulannya. Namun anehnya, ia belum pernah sekalipun membayar uang iuran pondok selama satu tahun. Astaghfirullah….
Lain lagi masalahnya kalau sampai perbuatan tersebut menjadi penyakit santri kelas akhir. Kita bayangkan saja apakah ada manusia yang tidak butuh dengan makan tiap harinya?. Pasti jawaban yang pertama kali terpikirkan adalah "manusia tersebut akan mati" secara perlahan. Sama halnya dengan sebuah panitia acara yang ingin mengadakan suatu kegiatan besar umpamanya, mengadakan acara apel tahunan tapi tidak ada anggaran yang turun dari bagian yang terkait. Apa jadinya acara tersebut?. Pasti bakalan gagal total, karena segala sesuatunya membutuhkan dana yang cukup banyak. Begitu juga pastinya kan kalau sampai penyakit tersebut menjalar di santri kelas akhir. Apakah program-programnya akan berjalan? Apa kata dunia?! Kalau sampai tidak ada wisuda.

13 Oktober 2009

Yakinlah pada Diri Sendiri


Masih jelas dalam ingatan saya ketakutan-ketakutan saya di waktu kecil. Saya merasa terus dikejar-kejar oleh sesuatu yangh menakutkan, sekaligus pula dihinggapi rasa sangsi terhadap diriku sendiri. Karena itu, Saya lalu berpikir bahwa diri saya tidak becus, saya merasa rendah diri. Saya berkata dalam hati bahwa saya tidak bisa mencapai sesuatu dengan otak saya dan pribadi saya. Saya jadi pemalu, suka mengucilkan diri, segan bergaul. Pendek kata saya menjadi manusia yang penakut. Orang-orang menganggap Pembawaan saya itu sebagai diri saya yang sebenarnnya. Sampai pada suatu malam, sebelum hari wisuda, kami mengadakan pesta perpisahan di lingkungan asrama dengan tamu kehormatan Drs. Hermawan. Tubuhnya tinggi dan kekar. Ia memiliki kepribadian yang demikian kuatnya, sehingga seolah-olah ia bisa membaca jalan pikiran seseorang. Ia bisa membaca sifat, kelebihan, dan kelemahan seseorang. Sehabis acara beliau berkata, "Datanglah kerumah saya besok pagi, Sunar. Saya ingin berbincang-bincang denganmu." Maka, dengan rasa takut meliputi diri saya.
Apakah saya tidak lullus mata ujian Akuntansi? Tidak mungkin. Sebab, besok adalah hari wisuda. Nilai indeks prestasi saya pun selama ini tidak bermasalah. Dalam perjalanan pulang kami berbincang mengenai kehidupan, yang bisa dibangun dengan baik melalui cara berpikir yang benar, keyakinan yang teguh, dan tindakan yang cepat. Tatkala kami tiba dirumah beliau, beliau berddiri sejenak dan meletakkan tangannya ke atas bahu saya, "Sunar", katanya. "Saya yakin akan kemampuanmu. Karena itu, belajarlah memanfaatkan kemampuanmu itu. Saya yakin kamu bisa menjadi penulis yang hebat. Saya telah membaca artikelmu di majalah pondok. Analisamu cukup tajam dan berbobot, tapi ada keraguan dalam membahas permasalahan." Lalu, ia menatap wajah saya agak lama, "Akan tetapi," demikian ia melanjutkan. "kamu harus belajar percaya pada dirimu sendiri. Buanglah rasa takut dan rendah diri serta keragu-raguan dalam dirimu itu. Janganlah takut terhadap siapa-siapa atau terhdap apapun juga. Juga tidak terhadap dirimu sendiri. " Ia menepuk bahu saya keras-keras dan berkata, "Saya senang padamu, dan akan tetap yakin atas kemampuanmu. Tak perlu kamu takut. Lupakanlah rasa takut itu, dan hiduplah dengan sikap leluasa." Saya merasa hati saya melambung setinggi gunung. Orang yang terkenal sebagai Guru killer itu menaruh kepercayaan terhadap diri saya. Rasa takut dan rasa malu saya tiba-tiba hilang lenyap. Mulai saat itu batin saya merasa lega. Tentu saja saya masih mengalami pasang surutnya rasa takut dalam diri, akan tetapi saya telah memperoleh bekal kemenangan dari beliau bahwa saya bisa memegang peranan yang penting dalam hidup ini. Saya sadari bahwa inilah saat yang terakhir kalinya saya masih sempat bertemu dengan orang ini di dunia. Ia begitu saya kagumi. Saya menjabat tangan beliau dengan sangat erat, sdanglkan nbeliau menonjok perut saya dengan tinjunya yang ringan. "Saya senang padamu, anak muda!" demikianlah tukasnya dalam tulisannya kemudian. "Saya yakin kau akan menjadi seorang yang berkepribadian kuat. Majulah terus dan sedikit pun kau tak perlu merasa takut." Demikianlah, dalam mengatasi kesulitan rasa takut, yang terpenting adalah diri Anda itu harus merasa bebas dari semua konflik batin, sehingga Anda bisa melakukan pendekatan terhadap suatu keadaan dengan sikap wajar. Ambilah langkah-langkah pendahuluan yang tepat. Percayalah pada Tuhan, pada diri Anda sendiri, dan pada orang lain. Lalu, laksanakanlah tugas Anda sehari-hari tanpa perlu Anda merasa takut atau cemas sedikit pun juga. red (Buat teman-teman saya yang sekarang mengabdi di lembaga-lembaga seluruh Indonesia, pesan kami para abdi dalam "Janganlah merasa takut pada hal apapun selama kita tidak pinya masalah, percayalah pada diri sendiri dengan seyakin-yakinnya. "Al-I'timadu 'Ala Nafsi Asaasun Najah")

Tumbuhkan Dasar-Dasar Kekayaan Pribadi

“ Siapa yang mencintai uang tidak akan puas dengan uang, siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilan. Kekayaan pribadi itu adalah kebijaksanaan dan pengertian.”


Tidak ada seorang pun dimuka bumi yang ingin hidup miskin atau melarat. Semua orang pasti mendambakan hidup yang serba berkecukupan karena dengan tercapainya sesuatu kekayaan yang memadai, semua yang menjadi kebutuhan kita akan dapat tercapai. Dan bahkan lebih dari itu, secara tidak disadari di dalam pergaulan, kita pun akan mendapatkan suatu kenyataan seseorang yang disegani, dihormati, dan sekaligus akan memperoleh kepercayaan dalam arti kata yang luas dalam kekayaan!!
Saya yakin pula, bahwa di dalam hal untuk mencapai kesuksesan seperti kita inginkan, setidaknya kita telah mempunyai prinsip atau pedoman tertentu. Itu adalah suatu hal yang wajar. Tetapi, disarankan kita untuk dapat secara terus menerus memperbaiki, memperkaya, dan menambah pedoman-pedoman yang dapat mematangkan cara berpikir kita. Pengalaman-pengalaman itu sendiri nanti akan banyak memberikan pelajaran bagaimana seharusnya kita berkehendak dan bertindak. Banyak pengalaman pahit yang akan mencetak seseorang untuk menjadi lebih dewasa. Syaratnya kita hanya perlu meningkatkan kesadaran serta menggunakan “kecerdikan” kita, untuk menimba pengalaman itu yang sebanyak-banyaknya. Kita dapat juga menimba pengalaman dengan mendalami hal-hal penting. Namun, yang lebih penting lagi adalah timbulnya “kecerdikan” yang memadai, karena jika ini sudah tercipta, tidak saja akan mempercepat dari perjuangan atau usaha kita, tetapi juga memberikan pengembangan yang luas pada perjuangan atau usaha kita. red